Presiden Jokowi buka APKASI ekspo (AITIS) 2015 di JIEkspo center Kemayoran. Jakarta

Presiden Jokowi buka APKASI ekspo (AITIS) 2015 di JIEkspo center Kemayoran. Jakarta

Presiden Joko Widodo membuka APKASI ekspo (AITIS) 2015 di JIekspo center Kemayoran Jakarta 13/052015.


Website Resmi Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah,

Jakarta,- Pembukaan APKASI EKPO AITIS dibuka oleh Presiden Joko Widodo di JI Espo Kemayoran JIexpo, Kemayoran, 13/05/2015;Hari rabu kemarin, Pameran yang dimotori oleh APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) yan dikemas dalam AITIS (APKASI International Trade and investment Summit). Pelaksanaan ekspo AITIS ini sudah berlangsung pada tanggal 13-15 Mei 2015. Pameran diikuti oleh Stand dari seluruh kabupaten anggota APKASI dan dari kementerian teknis, Media, UKM bahkan dari kedutaan besar sahabat

Prosesi pembukaan diawali dengan tarian, yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya. Sambutan dibawakan oleh Ketua APKASI Dr. Ir.Isran Noor, M.Si. Dalam Apkasi beliau menyampaikan  bahwa ekspo ini merupakan salah satu program kerja yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan daya saing daerah di masa mendatang. "Karena salah salah satu tantangan daerah dalam melaksanakan otonominya adalah bagaimana meningkatkan perekonomian di daerah, mengcreate objek pajak baru bagi pemasukan keuangan daerah dan menciptakan peluang-peluang strategis berbagai sector I daerah, serta membuka tersedianya lapangan kerja bagi masyarakat",ungkapnya.

Di akhir sambutannya beliau mengkritisi UU No 9 tahun 2015 tentang Pemerintahan daerah agar supaya dikaji ulang karena  dipandang mempersempit ruang gerak Pemerintah Daerah. Kemudian beliau juga menyampaikan titipan pesan dari teman-teman Bupati kepada Presiden bahwa “ Pak Presiden tolong jangan buru-buru resuffle kabinet, kalau baru kerja enam bulan apa yang mau dinilai? Biarlah satu tahun berjalan barulah bisa dinilai bahwa kabinet itu menunjukkan kinerjanya” ujarnya sambil menutup sambutannya.

Acara inti sambutan dari Presiden Joko Widodo, beliau menyampaikan bahwa “ Bupati jangan terlena dengan rutinitas birokrasi. Ingat tugas Bupati adalah mampu menjual potensi daerah untuk menangkap peluang strategis di berbagai sektor” Ini dimaksudkan agar di samping Bupati menjalankan amanah memimpin daerahnya sebagai pejabat pemerintah, tetapi dituntut juga bagaimana upaya mensejahterakan warganya melalui peningkatan perekonomian daerah dengan cara membuka investasi di segala sektor yang potensial di daerah itu dan menguatkan jaringan, komunikasi dan hubungn baik antar stake holder.

(Sigt)