Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) Tingkat SMP/MTs Berlangsung Lancar Jaya Oleh SMPN 1 Tumbu

Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) Tingkat SMP/MTs Berlangsung Lancar Jaya Oleh SMPN 1 Tumbu

Panitia Pelaksana UN SMPN 1 Tumbu


Website Resmi Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah,

Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/Mts yang diselenggarakan serentak diseluruh Indonesia  mulai tanggal 2 sampai dengan 8 Mei 2017. Ujian Nasional sendiri merupakan sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilai Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003.

                 Termasuk diantaranya SMPN 1 Tumbu, salah satu sekolah yang berada di wilayah Kec. Topoyo. Dilansir oleh Kepala Sekolahnya , Hamzah, S.Pd bahwa ”Mata Pelajaran yang diujikan ada 4 kategori yakni, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (Ipa), standar Nasional tahun ini diturunkan 5 %  menjadi 60 % dari tahun lalu 65 % persent karena alasan pertimbangan, Menteri Pendidikan  beralasan bahwa siswa kesulitan mengejar nilai murni tanpa penambahan nilai sekolah itu, dengan demikian kondisi angka 65%  masih belum efektif untuk dijadikan Standar Nasional.

                Sebanyak 74 siswa peserta Ujian Nasional (UN) dari SMPN 1 Tumbu yang terdaftar sebagai peserta ujian, namun hanya 73 siswa yang hadir mengikuti ujian, 31 diantaranya adalah laki-laki dan 42 launnya perempuan. 1 orang yang tidak mengikuti ujian dikarenakan setelah namanya terdaftar sebagai peserta UN ia tidak lagi mengikuti proses belajar mengajar disekolah, pihak sekolah kemudian menindak-lanjuti penyebab tidak masuknya ke sekolah dan diketahu bahwa ia sudah tidak mau lagi bersekolah dikarenakan harus membantu perekonomian keluarga. Upaya persuasif terus dilakukan oleh pihak sekolah namun orang tua siswa pun  meminta kepada pihak sekolah agar anaknya dibiarkan tidak ikut lagi dalam proses pembelajaran.

Dilansir dari Kepala Sekolah SMPN 1 Tumbu bahwa “Panitia ujian yang digunakan berasal dari staf dan guru sekolah ini sedangkan pangawas berasal dari sekolah lain, 3 orang guru dari SMP 2 dan 5 orang dari SD Inpres Tumbu serta 1 orang dari pihak kepolisian”. Sistem pengawasan yang digunakan adalah sistem “Rolling”, ini memperkecil kesempatan akan adanya kecurang-kecurangan yang dilakukan oleh murid dan oknum guru dalam melakukan ujian dan pengawasan. Didukung dengan adanya pihak kepolisian yang mengawasi dan menjaga jangan sampai ada pihak-pihak dari luar maupun dari dalam yang mengganggu jalannya proses ujian. Kali ini ada yang lain dari seragam yang dipakai oleh pihak kepolisian, mereka tidak lagi memakai Pakaian Dinas Harian (PDH) atau Pakaian Dinas Luar (PDL) dalam tugasnya mengawas di sekolah-sekolah melainkan memakai pakaian sipil, tujuannya tidak lain menjaga psikologi siswa yang akan mengikuti ujian, jangan sampai siswa berada dalam tekanan mental (psikis) saat mengarjakan soal-soal ujian, selain penggunaan pakaian sipil tadi, polisi yang mengajdi pengawas pun tidak dibenarkan melintas didepan kelas.

Dinamika dunia pendidikan akan tetap berjalan selama jiwa-jiwa pendidik masih tetap ada. Dikutip dari wawancara dengan Hamzah. S.Pd, ia mempunyai harapan agar anak didiknya mampu lulus 100 % , semoga pelaksanaan Ujian Nasional kedepan semakin membaik dan tanpa kendala yang berarti.

Menjadi guru bukanlah persoalan mudah semudah membalikkan telapak tangan. Menjadi seorang guru ada sebuah pengabdian yang didalamnya ada tanggung jawab moral dengan membentuk manusia-manusia yang mempunyai kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual yang baik, agar kedepannya Mamuju Tengah yang dibungkus dalam bingkai Lalla’ Tassisara’ meskipun merupakan sebuah Kabupaten baru namun mampu menjadi pionir di Sulawesi Barat.

Kontributor : MSN