Rejeki Jelang Hari Kemerdekaan

Rejeki Jelang Hari Kemerdekaan

Penjual Bendera


Website Resmi Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, Kemerdekaan Indonesia bukanlah pemberian dari para penjajah, kemerdekaan Indonesia direbut dan dipertahankan dengan korban jiwa dan harta yang luar biasa banyaknya, saking banyaknya maka  nilai-nilai itu tidak akan dapat terhitung mulai dari merintis kemerdekaan sampai kepada mempertahankan mati-matian kemerdekaan.

Kemerdekaan yang diproklamirkan pendiri bangsa Bung Karno dan Bung Hatta di lapangan Ikada (Lapangan Monas) 72 tahun yang lalu adalah hadiah terbesar bagi segenap bangsa Indonesia yang sampai kapanpun tidak akan bisa dibalaskan oleh generasi pengisi kemerdekaan, seperti kita sekarang ini.

Namun miris kemudian jika kita melihat dan seakan-akan acuh tak acuh para pejuang tanah air yang dahulunya berjuang demi kemerdekaan Indonesia kini harus berjuang demi kelangsungan hidupnya atau masyarakat yang yang  telah bebas dari penjajahan kini harus berkutat lagi dengan penjajahan era baru yang dibalut dalam berbagai kostum bercorak neo kolonialisme, neo feodalisme dan isme-isme yang lain. Betapa durhakanya kita sebagai generasi baru Indonesia. Inilah yang menjadi PeEr terbesar bagi segenap lapisan golongan yang ada di Indonesia.

Beberapa hari lagi peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-72 tahun akan segera digelar serentak diseluruh wilayah Indonesia. Hiruk pikuk menyambut kemerdekaan akan dirayakan oleh segenap lapisan masyarakat mulai dari rakyat biasa sampai kepada para pemegang tampuk kepemimpinan, tidak terkecuali di Kab. Mamuju Tengah dan tentunya dengan cara mereka sediri-sendiri.

Hal ini juga dirasakan oleh para penjaja bendera dan segala jenis pernak-pernik peringatan kemerdekaan Indonesia, kemerdekaan baginya ketika bendera yang dia jajakan laku terjual. ketika omsetnya tidak sampai maka ia harus menunggu moment yang sama lagi tahun depan. Tidak terkecuali Rahman, warga Topoyo ini mengaku sudah 3 tahun berjualan pernak-pernik kemerdekaan. Konsumennya beragam mulai dari masyarakat yang ingin halaman rumahnya ada bendera merah putih sampai kepada dinas-dinas dari lingkup pemerintahan Kab. Mamuju Tengah.

Menurut ia bahwa berjualan benderapun ada suka dukanya sama halnya penjual lain dipasaran. Ia beberapa kali harus pindah tempat berjualan dikarenakan diusir oleh orang yang halaman rumahnya ditempati berjualan atau mungkin seharian duduk menunggu jualannya yang tidak laku dan paling parah menurutnya omset keuntungan jauh dari yang ia harapkan. Ia pun menuturkan bahwa pengalaman sukanya ketika ia sedikit mendapat kebanggaan dengan berjualan bendera beserta pernak-pernik lainnya setidaknya itulah sumbangsih dia untuk negeri.

Apapun, siapapun dan dimanapun kita mengisi kemerdekaan tidaklah mesti dengan hura-hura atau berfoya-foya. Kemerdekaan haruslah di isi dengan kegiatan-kegiatan positif yang tidak akan memalukan para pendiri bangsa. Bahwa penjajahan sekarang bukan lagi berorientasi pada penjajahan secara fisik melainkan pada piker dan diri sendiri. Merdeka…!!!

Kontributor : MSN